Yoga, Grounding, atau Forest Bathing? Mana yang Cocok untuk Corporate Retreat?

Highlight:

  • Yoga, grounding, dan forest bathing sama-sama dapat menjadi aktivitas nature-based dalam corporate retreat.
  • Setiap aktivitas memiliki fokus dan pengalaman yang berbeda bagi peserta.
  • Pemilihannya dapat disesuaikan dengan tujuan retreat, kondisi peserta, dan suasana yang ingin dibangun.

Corporate retreat sering kali identik dengan perjalanan ke luar kota, sesi diskusi, team building, hingga berbagai permainan kelompok. Namun, setelah mengikuti rangkaian kegiatan yang cukup padat, peserta justru bisa membutuhkan waktu untuk memperlambat ritme dan beristirahat sejenak.

Di sinilah aktivitas nature-based wellness bisa menjadi pilihan. Yoga, grounding, maupun forest bathing dapat memberikan pengalaman yang lebih tenang sekaligus membantu peserta menikmati suasana alam selama corporate retreat.

Lalu, apakah ketiganya bisa memberikan pengalaman yang sama? Tidak juga. Masing-masing aktivitas memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan agenda spesifik corporate retreat.

Mengenal Yoga, Grounding, dan Forest Bathing

Ketiga aktivitas ini sering kali dianggap mirip karena sama-sama mendekatkan diri dengan alam. Namun, agar corporate retreat berjalan efektif, penting untuk memahami batasan dan keunikan masing-masing:

  • Yoga: Aktivitas ini menggabungkan gerakan tubuh, pengaturan napas, dan perhatian terhadap kondisi diri. Dalam corporate retreat, yoga sangat cocok diposisikan sebagai olahraga ringan di pagi hari untuk meregangkan otot sebelum masuk ke sesi diskusi.
  • Grounding (Earthing): Ini adalah praktik yang mewajibkan kontak fisik langsung antara tubuh dengan permukaan bumi. Grounding bukan sekadar menikmati alam secara visual, melainkan tindakan sadar untuk menyentuhkan kulit (biasanya telapak kaki) ke elemen bumi. Peserta corporate retreat dapat diajak berjalan tanpa alas kaki di atas rumput, tanah, atau pasir, yang secara ilmiah diyakini dapat menyeimbangkan energi tubuh.
  • Forest Bathing (Shinrin-Yoku): Jika grounding berfokus pada kontak fisik, forest bathing berfokus pada perendaman indrawi. Aktivitas ini mengajak peserta corporate retreat untuk memperlambat langkah dan “mandi” dalam suasana hutan menggunakan panca indra, menghirup aroma pinus, mendengarkan angin, atau melihat celah cahaya matahari. Peserta tidak wajib melepas sepatu; fokusnya murni pada penyerapan atmosfer secara sadar.

Baca Juga: 5 Ide Kegiatan CSR dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang Bisa Diikuti Seluruh Karyawan

Kapan Sebaiknya Memilih Yoga, Grounding, atau Forest Bathing

Untuk menentukan mana yang terbaik, perusahaan perlu melihat kembali apa tujuan utama dari sesi wellness di dalam corporate retreat tersebut.

Pilih Yoga Jika… 

Tujuan corporate retreat adalah membuat peserta lebih aktif secara fisik namun tetap rileks. Aktivitas ini sangat fleksibel karena dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti halaman resort, tepi pantai, atau ruang terbuka. Sesi yoga ringan sangat ideal sebagai pembuka acara, membantu peserta meregangkan tubuh setelah perjalanan panjang agar siap memasuki rangkaian agenda dengan tenang.

Pilih Grounding Jika… 

Perusahaan ingin menghadirkan aktivitas yang paling sederhana, tidak menguras tenaga, namun memberikan efek rileks yang instan. Peserta tidak perlu berganti pakaian olahraga. Di sela-sela kepadatan corporate retreat, peserta cukup diajak ke area taman untuk melepas sepatu, berjalan perlahan merasakan tekstur rumput, dan menyadari pijakan mereka di atas tanah. Ini adalah metode instan untuk mengembalikan fokus tim.

Pilih Forest Bathing Jika… 

Fokus utama corporate retreat adalah detoksifikasi digital dan melepaskan stres akibat beban kerja. Peserta tidak dituntut melakukan aktivitas fisik berat, melainkan diawali dengan perjalanan santai menyusuri kawasan rindang. Aktivitas ini sangat pas dipadukan dengan sesi deep talk atau diskusi ringan setelahnya, karena alam telah membantu menenangkan pikiran peserta.

Baca juga: Durasi Forest Bathing yang Tepat untuk Mengurangi Stres dan Meningkatkan Konsentrasi

Jadi, Mana yang Paling Cocok untuk Corporate Retreat?

Daripada menentukan aktivitas berdasarkan tren, perusahaan sebaiknya melihat kembali tujuan utama corporate retreat.

  • Jika ingin aktivitas fisik untuk meregangkan otot → Pilih yoga.
  • Jika ingin relaksasi instan lewat sentuhan fisik dengan bumi → Pilih grounding.
  • Jika ingin menenangkan pikiran lewat suasana alam secara total → Pilih forest bathing.

Ketiganya juga tidak harus saling meniadakan. Sebuah corporate retreat justru bisa dirancang secara holistik, misalnya: melakukan yoga ringan di pagi hari, berjalan memasuki hutan (forest bathing), lalu melepas sepatu di area lapang untuk sesi grounding penutup.

Wujudkan Corporate Retreat Anda Bersama Bumi Journey

Corporate retreat tidak harus selalu dipenuhi dengan agenda outbound yang padat dan melelahkan. Memberikan ruang untuk beristirahat, berbaur dengan alam, dan melakukan aktivitas yang mindful sering kali menjadi bagian paling bermakna bagi karyawan.

Pada akhirnya, agenda yang tepat adalah yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, lanskap lokasi, serta goals perusahaan. Dengan perencanaan yang tepat, corporate retreat dapat menjadi sarana relaksasi yang membuat tim pulang dengan energi baru.

Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang program corporate retreat yang sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan menyenangkan, kami siap membantu Anda menciptakan kegiatan yang tak hanya memorable, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan perjalanan regeneratif perusahaan.

Konsultasikan ide Anda dengan tim Bumi Journey untuk corporate retreat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Hubungi kami sekarang.

FAQ:

1. Apa manfaat memasukkan aktivitas wellness alam ke dalam corporate retreat?

Aktivitas di alam memecah kepenatan rutinitas, menurunkan tingkat stres secara signifikan, dan menciptakan suasana psikologis yang lebih rileks bagi karyawan sebelum mereka kembali bekerja.

2. Bagaimana memilih lokasi yang tepat untuk kegiatan ini?

Pertimbangkan aksesibilitas, kondisi lingkungan (apakah cukup tenang untuk mindfulness), fasilitas penunjang, keamanan, serta kesesuaian lokasi dengan konsep corporate retreat yang akan dilakukan.

3. Apakah corporate retreat berbasis alam harus dilakukan di pedalaman atau luar kota?

  1. Tidak selalu. Walaupun kawasan hutan atau pegunungan sangat ideal, aktivitas wellness alam seperti grounding dan yoga dapat dimaksimalkan di ruang terbuka hijau sekitar kantor, taman kota, atau resort terdekat. 

Penulis: Diftya Maulidza | Editor: Lidia Faiza Jasmine