Panduan Menghitung SROI (Social Return on Investment) untuk Program CSR

Panduan Menghitung SROI (Social Return on Investment) untuk Program CSR

Pernah tidak, Anda sudah keluarkan budget CSR yang cukup besar, tapi saat ditanya “impact-nya apa dan berapa nilainya?”, jawabannya masih terasa abstrak. Di sinilah SROI membantu: menerjemahkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi ke angka yang lebih mudah dipahami dan dibandingkan.

Di artikel ini, Anda akan dapat kerangka praktis menghitung SROI: rumusnya, langkah-langkahnya, cara pakai “faktor pengurang” (deadweight, attribution, dll.), sampai contoh perhitungan yang bisa Anda adaptasi. 

Baca juga: Cara Membuat Program CSR Lingkungan yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Apa Itu SROI dan Rumus Dasarnya

Panduan Menghitung SROI (Social Return on Investment) untuk Program CSR

SROI adalah cara menghitung nilai dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam satuan uang, lalu membandingkannya dengan biaya investasi program. 

Hasilnya berupa rasio, misalnya 3:1, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai dampak bersih sekitar Rp3.

Rumus dasar SROI adalah:

SROI = Total Nilai Dampak Bersih / Total Investasi

Nilai dampak disebut “bersih” karena sudah dikurangi faktor yang membuat dampak tidak sepenuhnya berasal dari program Anda. Ini yang membuat SROI lebih kredibel, bukan sekadar angka “cantik”.

Langkah Menghitung SROI untuk Program CSR

  1. Tetapkan lingkup program dan tujuan pengukuran

Tentukan program yang dihitung, periode, lokasi, dan tujuan perhitungannya. Contoh: CSR penanaman mangrove 1 hari, 120 peserta, dengan tujuan untuk evaluasi program dan pembelajaran perbaikan di tahun berikutnya.

Tentukan stakeholder utama yang akan dihitung dampaknya. Contoh: komunitas lokal pendamping dan karyawan yang ikut sebagai peserta.

  1. Buat impact map: input, output, outcome

Tuliskan input (biaya dan sumber daya) dengan jelas. Contoh input: total investasi Rp200.000.000, mencakup fasilitasi, logistik, transport, konsumsi, dokumentasi, dan perlengkapan.

Tuliskan output dan outcome secara terpisah agar tidak tertukar. Contoh output: 120 peserta, 3.000 bibit mangrove ditanam, 1 sesi edukasi pesisir.

Contoh outcome: komunitas mendapat pendapatan, karyawan bertambah pemahaman dan komitmen perilaku ramah lingkungan.

  1. Buat outcome menjadi terukur dengan indikator

Pilih indikator yang realistis dikumpulkan datanya. Contoh outcome komunitas: total pendapatan pendampingan dan operasional dari program; outcome karyawan: skor survei pengetahuan sebelum dan sesudah, atau persentase peserta yang menyatakan akan menerapkan perilaku tertentu.

Di tahap ini, hindari outcome yang terlalu umum seperti “meningkatkan kesejahteraan”. Lebih baik spesifik, misalnya “pendapatan komunitas meningkat RpX selama kegiatan” atau “skor pemahaman isu pesisir naik dari Y menjadi Z”.

  1. Konversi outcome menjadi nilai uang dengan angka pembanding

Outcome komunitas biasanya sudah berupa uang. Contoh: komunitas memperoleh pendapatan pendampingan Rp90.000.000 dari program.

Outcome karyawan sering perlu angka pembanding. Contoh: jika program memberi edukasi dan pengalaman setara pelatihan, Anda bisa memakai biaya pelatihan sustainability internal sebagai pembanding; misalnya Rp1.000.000 per orang, untuk 120 orang berarti Rp120.000.000.

Total manfaat kotor pada contoh ini: Rp90.000.000 + Rp120.000.000 = Rp210.000.000. Di titik ini, Anda belum menghitung “dampak bersih”.

  1.  Kurangi dampak dengan 4 faktor penyesuaian

Empat faktor ini biasanya didapat dari survei singkat, wawancara stakeholder, data pembanding, atau asumsi konservatif yang Anda jelaskan. Anda tidak harus sempurna di awal, tetapi harus transparan sumbernya.

Contoh pertanyaan survei yang bisa dipakai:

  • Deadweight: “Jika program ini tidak ada, seberapa besar perubahan ini tetap akan terjadi?” (pilihan 0–100%).
  • Attribution: “Seberapa besar perubahan ini dipengaruhi program lain di luar kegiatan ini?” (0–100%).

Contoh perhitungan setelah mendapatkan data:

  • Deadweight 20 persen: bagian outcome yang tetap terjadi walau program tidak ada.
  • Attribution 10 persen: bagian outcome karena kontribusi pihak lain.
  • Displacement 0 persen: manfaat tidak menggeser manfaat pihak lain yang relevan.
  • Drop off: dipakai jika manfaat dihitung multi tahun, tidak dipakai untuk contoh 1 tahun.

Hitung dampak bersih untuk contoh 1 tahun.

Rumus umumnya:

Manfaat bersih = Manfaat kotor × (1 – Deadweight – Attribution – Displacement)

Kalau Anda juga pakai Drop-off (biasanya untuk tahun ke-2 dst), maka:

Tahun 1:
Manfaat bersih₁ = Manfaat kotor₁ × (1 – DW – A – Dsp)

Tahun n (n > 1):
Manfaat bersihₙ = Manfaat kotorₙ × (1 – DW – A – Dsp) × (1 – Drop-off)^(n−1)

Perhitungan:

  • Manfaat kotor = Rp210.000.000
  • Deadweight = 20% (0,20)
  • Attribution = 10% (0,10)
  • Displacement = 0% (0,00)

Maka:
Manfaat bersih = 210.000.000 × (1 – 0,20 – 0,10) = 210.000.000 × 0,70 = 147.000.000

  1. Hitung rasio SROI dan tulis interpretasinya

SROI = Rp147.000.000 : Rp200.000.000 = 0,735 atau sekitar 0,74 : 1.

Artinya, pada contoh perhitungan 1 tahun dan asumsi di atas, setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp 0,74 nilai dampak bersih. 

Jika Anda ingin SROI di atas 1, biasanya caranya bukan “mengakali angka”, tetapi memperkuat desain outcome, memperluas penerima manfaat, atau menghitung dampak multi tahun dengan dasar data yang masuk akal.

Baca juga: CSR & Outing Jadi Satu: Rekomendasi Outing Kantor yang Seru + Berdampak!

Buat Program CSR yang Tidak Hanya Bermanfaat tapi Juga Memiliki Dampak Terukur

Panduan Menghitung SROI (Social Return on Investment) untuk Program CSR

SROI membantu Anda naik level dari laporan aktivitas menjadi laporan dampak yang lebih bisa dipertanggungjawabkan. 

Anda jadi punya kerangka yang jelas untuk menjawab: perubahan apa yang terjadi, siapa yang merasakan, dan seberapa besar nilainya dibanding investasi.

Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang program CSR perusahaan Anda dengan nilai-nilai sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan menyenangkan, kami siap membantu Anda menciptakan program CSR yang tak hanya bermanfaat tapi juga terukur dampaknya.

Konsultasikan ide Anda dengan tim Bumi Journey untuk program CSR yang sesuai dengan keinginan perusahaan Anda! Hubungi kami sekarang.