Apa Itu CSV? Kenali Perbedaannya dengan CSR

Highlight:

  • CSV merupakan konsep yang menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai bisnis perusahaan.
  • Meskipun sering dianggap sama, CSR dan CSV memiliki tujuan, pendekatan, serta dampak yang berbeda.
  • Memahami perbedaan CSR dan CSV membantu perusahaan merancang program keberlanjutan yang lebih efektif.

CSR atau CSV? Mengapa Masih Banyak yang Bingung Membedakannya?

Pernahkah Anda mendengar istilah CSR dan CSV, lalu menganggap keduanya memiliki arti yang sama? Hal ini cukup wajar karena kedua konsep tersebut sama-sama berkaitan dengan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Padahal, CSR dan CSV memiliki pendekatan yang berbeda. Melalui artikel ini, Anda akan memahami pengertian CSR dan CSV, mengetahui perbedaan keduanya, serta melihat contoh penerapannya agar dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Apa Itu CSR (Corporate Social Responsibility)?

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Melalui program CSR, perusahaan berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap para pemangku kepentingan.

Pelaksanaan CSR dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti program pendidikan, penghijauan, pemberdayaan masyarakat, bantuan bencana, hingga employee volunteering. Fokus utamanya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.

Beberapa contoh program CSR yang umum dilakukan perusahaan antara lain penanaman mangrove, donor darah, beasiswa pendidikan, beach clean up, pembangunan fasilitas umum, hingga pelatihan bagi masyarakat. Program-program tersebut bertujuan memberikan dampak sosial maupun lingkungan yang positif.

Baca Juga: 5 Program CSR Lingkungan untuk Menarik Talenta Gen Z

Apa Itu CSV (Creating Shared Value)?

Creating Shared Value (CSV) merupakan konsep yang diperkenalkan oleh Michael Porter dan Mark Kramer melalui artikel Creating Shared Value yang diterbitkan di Harvard Business Review pada tahun 2011. Konsep ini melihat bahwa perusahaan dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan bisnis yang dijalankan.

Kehadiran CSV juga menunjukkan bagaimana pendekatan perusahaan terhadap isu sosial mulai berkembang. Jika sebelumnya kontribusi sosial lebih banyak dilakukan melalui program CSR yang berdiri di luar aktivitas utama bisnis, CSV mencoba menghubungkan keduanya secara lebih erat. Bukan lagi sekadar memberikan kontribusi kepada masyarakat, tetapi bagaimana kebutuhan sosial dapat menjadi bagian dari cara perusahaan menciptakan dan mengembangkan bisnis.

Pendekatan inilah yang membuat CSV sering dilihat sebagai langkah lebih lanjut dari praktik CSR konvensional. Fokusnya bukan hanya pada seberapa besar manfaat sosial yang diberikan perusahaan, tetapi juga pada bagaimana manfaat tersebut dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai bisnis. Dengan pendekatan ini, perusahaan dan masyarakat tidak ditempatkan sebagai dua pihak yang terpisah, melainkan dapat sama-sama memperoleh manfaat dari suatu kegiatan.

Misalnya, sebuah perusahaan kopi memberikan pelatihan budidaya kepada petani agar mampu menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang lebih baik. Petani mendapatkan peningkatan pengetahuan dan peluang pendapatan, sementara perusahaan memperoleh pasokan bahan baku yang lebih berkualitas dan dapat mendukung keberlangsungan bisnisnya.

Contoh lainnya adalah perusahaan yang mendampingi UMKM lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok bisnisnya. UMKM memperoleh akses pasar dan kesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya, sedangkan perusahaan mendapatkan mitra lokal yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis. Dengan demikian, penyelesaian persoalan sosial tidak hanya menjadi bentuk kontribusi perusahaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan nilai secara berkelanjutan.

Apa Perbedaan CSR dan CSV?

Sekilas, CSR dan CSV sama-sama bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun, keduanya memiliki cara pandang yang berbeda. CSR berfokus pada tanggung jawab dan kontribusi sosial atau lingkungan, sedangkan CSV menghubungkan dampak tersebut dengan penciptaan nilai bagi bisnis.

Perbedaannya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

1. Sifat Kegiatan

CSR umumnya diwujudkan melalui kegiatan sosial, lingkungan, filantropi, atau pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Sementara itu, CSV menjadikan penciptaan dampak sosial sebagai bagian dari strategi bisnis.

2. Hubungan dengan profit

Dalam CSR, kegiatan sosial dan tujuan bisnis cenderung berjalan secara terpisah dan biasanya memiliki anggaran tersendiri. Pada CSV, manfaat sosial dirancang agar dapat berjalan bersamaan dengan penciptaan nilai ekonomi, seperti meningkatkan efisiensi, memperkuat rantai pasok, atau membuka peluang pasar.

3. Pemicu Program

CSR dapat dijalankan karena adanya tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, kebutuhan membangun reputasi, maupun kewajiban tertentu. Sementara itu, CSV berangkat dari upaya melihat persoalan sosial sebagai peluang yang juga dapat mendukung perkembangan bisnis.

4. Fokus

CSR lebih banyak berangkat dari pertanyaan, “Apa yang bisa perusahaan kontribusikan?” Sedangkan CSV melihat lebih jauh, yaitu “Bagaimana kebutuhan masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi sekaligus menciptakan nilai bagi bisnis?”

5. Dampak bisnis

Karena umumnya berada di luar aktivitas inti perusahaan, penghentian Program CSR tidak selalu berdampak langsung pada operasional bisnis. Sebaliknya, karena terintegrasi dengan strategi dan rantai nilai perusahaan, penghentian program CSV dapat memengaruhi aspek bisnis tertentu, seperti pasokan bahan baku, efisiensi, atau akses pasar.

Pada akhirnya, perbedaan CSR dan CSV bukan hanya terletak pada jenis kegiatannya, tetapi pada bagaimana perusahaan menghubungkan kegiatan tersebut dengan bisnis. CSR dapat menjadi bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, sementara CSV berupaya menciptakan manfaat sosial yang berjalan seiring dengan nilai ekonomi.

Baca Juga: Nature-Based CSR: Tren Baru Perusahaan yang Ingin Berdampak Nyata

Haruskah Memilih CSR atau CSV?

Perusahaan tidak selalu harus memilih antara CSR atau CSV. Pilihan pendekatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan program yang memberikan dampak sosial maupun lingkungan. Bagi perusahaan yang baru mulai membangun komitmen terhadap sustainability impact, CSR dapat menjadi langkah awal yang lebih sederhana untuk dilakukan.

Melalui CSR, perusahaan dapat mulai berkontribusi melalui berbagai kegiatan seperti employee volunteering, pemberdayaan masyarakat, atau konservasi lingkungan. Dari program-program tersebut, perusahaan dapat membangun pengalaman, memahami kebutuhan masyarakat, sekaligus mengembangkan pendekatan sustainability yang lebih terarah.

Setelah memiliki pengalaman dan kesiapan yang lebih kuat, perusahaan dapat mempertimbangkan pendekatan CSV. Terutama jika perusahaan ingin menghubungkan dampak sosial dengan tujuan dan pertumbuhan bisnis. Misalnya, perusahaan dapat memberdayakan pemasok lokal agar masuk ke dalam rantai pasok bisnis. Masyarakat memperoleh peluang ekonomi, sementara perusahaan mendapatkan manfaat yang dapat mendukung keberlangsungan bisnisnya.

Namun, bukan berarti perusahaan harus meninggalkan CSR ketika mulai menerapkan CSV. Keduanya dapat berjalan berdampingan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. CSR dapat tetap digunakan untuk menjawab kebutuhan sosial dan lingkungan tertentu, sementara CSV diterapkan pada area yang memiliki peluang untuk menciptakan manfaat sosial sekaligus nilai bagi bisnis.

Dengan demikian, tidak ada satu pendekatan yang paling tepat untuk semua perusahaan. Perusahaan yang baru memulai dari CSR, perusahaan yang ingin mengintegrasikan dampak dengan strategi bisnis dapat mengembangkan CSV, sedangkan perusahaan yang sudah memiliki kesiapan dapat menjalankan keduanya secara beriringan. Yang terpenting adalah memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan dan kapasitas perusahaan agar dampak yang dihasilkan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Wujudkan Program Keberlanjutan yang Memberikan Dampak Nyata

Memahami perbedaan CSR dan CSV merupakan langkah awal untuk merancang program keberlanjutan yang lebih tepat sasaran. Ketika perusahaan mampu memilih pendekatan yang sesuai, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang program CSV dan CSR yang sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, kami siap membantu perusahaan menciptakan program CSV dan CSR yang tidak hanya memberikan manfaat hari ini, tetapi juga meninggalkan dampak positif untuk masa depan.

Konsultasikan program perusahaan Anda bersama tim Bumi Journey. Temukan solusi yang sesuai dengan tujuan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sesuai keinginan Anda! Hubungi kami sekarang.

FAQ:

1. Apakah perusahaan harus memiliki divisi sustainability untuk menerapkan CSV?

Tidak selalu. CSV dapat diterapkan oleh berbagai divisi, mulai dari operasional, bisnis, hingga pengembangan produk selama memiliki tujuan menciptakan nilai bersama.

2. Mengapa sustainability semakin penting bagi perusahaan?

Karena investor, konsumen, dan pemangku kepentingan kini semakin mempertimbangkan komitmen perusahaan terhadap aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola.

3. Apa yang dimaksud dengan ESG?

ESG merupakan singkatan dari Environmental, Social, and Governance, yaitu standar yang digunakan untuk menilai praktik keberlanjutan dan tata kelola perusahaan.

Penulis: Diftya Maulidza | Editor: Lidia Faiza Jasmine