Apa Itu Blue Carbon? Mengenal Ekosistem Penyerap Karbon di Laut
Highlight:
- Blue carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan rawa pasang surut.
- Ekosistem blue carbon mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar sekaligus melindungi keanekaragaman hayati pesisir.
- Indonesia memiliki potensi blue carbon terbesar di dunia sehingga konservasi pesisir menjadi semakin penting.
Pernahkah Anda mendengar istilah blue carbon, tetapi belum benar-benar memahami apa artinya? Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, istilah ini semakin sering muncul karena dianggap memiliki peran penting dalam menyerap karbon sekaligus menjaga kesehatan ekosistem pesisir.
Melalui artikel ini, Anda akan mengenal apa itu blue carbon, jenis-jenis ekosistem yang termasuk di dalamnya, manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat, hingga alasan mengapa Indonesia memiliki potensi blue carbon yang sangat besar.
Apa Itu Blue Carbon?

Blue carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut, terutama mangrove, padang lamun (seagrass), dan rawa pasang surut (tidal marsh).
Karbon tersebut tersimpan dalam biomassa tumbuhan maupun sedimen tanah selama puluhan hingga ribuan tahun.
Istilah blue carbon pertama kali diperkenalkan melalui laporan yang diterbitkan oleh UNEP, FAO, dan UNESCO-IOC pada tahun 2009. Sejak saat itu, blue carbon menjadi salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang banyak digunakan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.
Mengapa Blue Carbon Penting?
Ekosistem blue carbon mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Karbon tersebut kemudian disimpan dalam akar, batang, daun, hingga lapisan sedimen di bawahnya sehingga tidak kembali ke atmosfer dalam waktu yang lama.
Menurut laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), menjaga ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Baca Juga: Cara Menghitung Jejak Karbon (Carbon Footprint) dari Acara Outing Tahunan Kantor Anda
Jenis Ekosistem Blue Carbon
1. Mangrove

Mangrove merupakan salah satu ekosistem blue carbon yang paling dikenal. Selain mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, hutan mangrove juga melindungi pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai satwa, serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Hal menarik lainnya adalah mangrove ternyata mampu menyimpan sekitar 3–5 kali lebih banyak karbon per satuan luas dibandingkan hutan tropis. Kemampuan ini tidak hanya berasal dari pohonnya, tetapi juga dari tanah dan sedimen di bawahnya yang dapat menyimpan karbon dalam waktu sangat lama.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim. Ketika ekosistem mangrove tetap terjaga, karbon dapat terus tersimpan di dalam biomassa dan sedimen, sekaligus memberikan manfaat lain seperti perlindungan pesisir dan habitat bagi berbagai spesies.
2. Padang Lamun (Seagrass)

Padang lamun adalah tumbuhan berbunga yang hidup di dasar laut dangkal. Meskipun sering kurang mendapat perhatian, lamun mampu menyimpan karbon dalam sedimen sekaligus menjadi habitat bagi dugong, penyu, hingga berbagai jenis ikan.
3. Rawa Pasang Surut (Tidal Marsh)

Rawa pasang surut merupakan lahan basah yang dipengaruhi pasang surut air laut. Ekosistem ini berperan menyimpan karbon, menyaring air, serta membantu mengurangi risiko banjir di kawasan pesisir.
Mengapa Indonesia Memiliki Potensi Blue Carbon yang Besar?
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia dan menyumbang sekitar 20–25% dari total mangrove global.
Tidak hanya mangrove, Indonesia juga memiliki hamparan padang lamun yang luas dan beragam. Potensi tersebut menjadikan Indonesia memiliki peran strategis dalam konservasi blue carbon, sekaligus dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon.
Apa Manfaat Blue Carbon bagi Lingkungan dan Masyarakat?
1. Membantu Mengurangi Perubahan Iklim
Blue carbon membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer sehingga mengurangi konsentrasi gas rumah kaca. Semakin sehat ekosistem pesisir, semakin besar pula kemampuan alam menyimpan karbon.
2. Melindungi Wilayah Pesisir
Mangrove dan vegetasi pesisir mampu meredam gelombang, mengurangi abrasi, serta membantu melindungi masyarakat dari ancaman banjir rob maupun badai.
3. Menjaga Keanekaragaman Hayati
Ekosistem blue carbon menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, burung, hingga mamalia laut. Kondisi ekosistem yang sehat juga mendukung keberlanjutan sektor perikanan.
4. Mendukung Perekonomian Masyarakat
Masyarakat pesisir memperoleh manfaat melalui hasil perikanan, ekowisata, hingga berbagai usaha berbasis konservasi. Karena itu, menjaga blue carbon juga berarti menjaga sumber penghidupan masyarakat.
Menjaga Blue Carbon Dimulai dari Aksi Nyata

Blue carbon bukan hanya istilah ilmiah, tetapi bagian penting dari solusi menghadapi perubahan iklim. Dengan menjaga mangrove, lamun, dan ekosistem pesisir lainnya, kita turut melindungi keanekaragaman hayati sekaligus membantu mengurangi emisi karbon.
Upaya konservasi akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara kolaboratif. Perusahaan, komunitas, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga ekosistem pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang program CSR jangka panjang yang sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, kami siap membantu perusahaan menciptakan program CSR yang tidak hanya memberikan manfaat hari ini, tetapi juga meninggalkan dampak positif untuk masa depan.
Konsultasikan program CSR perusahaan Anda bersama tim Bumi Journey. Temukan solusi yang sesuai dengan tujuan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sesuai keinginan Anda! Hubungi kami sekarang.
FAQ:
1. Mengapa ekosistem pesisir penting bagi kehidupan masyarakat?
Ekosistem pesisir membantu melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir.
2. Apa yang dimaksud dengan mitigasi perubahan iklim?
Mitigasi perubahan iklim merupakan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca atau meningkatkan kemampuan alam menyerap karbon agar dampak perubahan iklim dapat ditekan.
3. Mengapa konservasi alam membutuhkan kolaborasi berbagai pihak?
Karena menjaga ekosistem tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.
Penulis: Diftya Maulidza | Editor: Lidia Faiza Jasmine
