CSR Sekali Jalan atau Berkelanjutan? Kenali Perbedaannya Sebelum Menentukan Program CSR

Highlight:

  • CSR sekali jalan dan CSR berkelanjutan memiliki tujuan, pendekatan, serta tingkat dampak yang berbeda.
  • Program berkelanjutan memungkinkan perusahaan membangun perubahan yang lebih terukur dan berlangsung dalam jangka panjang.
  • Pemilihan bentuk CSR sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tujuan perusahaan, dan dampak yang ingin dicapai.

Pernah melihat perusahaan mengadakan kegiatan CSR yang terlihat ramai dan memberikan banyak bantuan, tetapi setelah kegiatan selesai tidak terdengar lagi kabarnya? Kegiatan seperti ini sebenarnya tidak selalu salah, tetapi perusahaan perlu melihat kembali apakah manfaat yang diberikan berhenti pada hari pelaksanaan atau masih dirasakan setelahnya.

Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara CSR sekali jalan dan CSR berkelanjutan. Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui karakteristik masing-masing pendekatan, perbedaannya, serta bagaimana menentukan bentuk CSR yang lebih sesuai dengan tujuan dan dampak yang ingin dibangun perusahaan.

Apa Itu CSR Sekali Jalan?

CSR sekali jalan merupakan kegiatan tanggung jawab sosial yang dilaksanakan dalam satu periode atau momentum tertentu tanpa adanya rangkaian program lanjutan. Bentuknya dapat berupa pembagian bantuan, donasi, kegiatan bersih lingkungan, pemeriksaan kesehatan, hingga aksi sosial yang selesai setelah kegiatan berakhir.

Pendekatan ini tetap dapat memberikan manfaat, terutama ketika masyarakat sedang membutuhkan bantuan yang sifatnya langsung dan cepat. Namun, karena intervensinya terbatas pada satu kegiatan, perusahaan biasanya memiliki ruang yang lebih kecil untuk melihat perubahan jangka panjang yang terjadi setelah program selesai.

Apa Itu CSR Berkelanjutan?

Berbeda dengan kegiatan sekali jalan, CSR berkelanjutan dirancang sebagai program yang memiliki rangkaian kegiatan dan tujuan jangka panjang. Perusahaan tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan, tetapi juga dapat melibatkan proses pendampingan, peningkatan kapasitas, monitoring, hingga evaluasi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial dalam ISO 26000, yang mendorong organisasi untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam praktik organisasi, melibatkan stakeholder, dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Contoh Program CSR yang Berkelanjutan untuk Meningkatkan Dampak Sosial dan Lingkungan

Apa Perbedaan CSR Sekali Jalan dan CSR Berkelanjutan?

Perbedaan paling terlihat terdapat pada durasi, tujuan, dan cara perusahaan mengukur hasilnya. Berikut adalah rincian perbandingannya:

AspekCSR Sekali JalanCSR Berkelanjutan
Fokus TujuanBerfokus pada penyelesaian kebutuhan tertentu dengan cepat.Dirancang untuk menciptakan perubahan yang dapat dipantau dari waktu ke waktu.
Durasi ProgramDilaksanakan dalam satu periode atau momentum tertentu.Memiliki rangkaian kegiatan jangka panjang.
Keterlibatan WargaMasyarakat cenderung pasif sebagai penerima manfaat.Mencakup proses pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Pengukuran DampakMemiliki ruang yang lebih kecil untuk evaluasi jangka panjang.Memiliki monitoring dan evaluasi dampak yang jelas

Namun, bukan berarti setiap CSR harus selalu berlangsung selama bertahun-tahun. Kegiatan satu kali tetap dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih besar selama perusahaan memiliki tujuan yang jelas dan mengetahui bagaimana kegiatan tersebut berkontribusi terhadap program berikutnya.

Kapan CSR Sekali Jalan Tetap Dibutuhkan?

Ada kondisi tertentu ketika CSR sekali jalan justru menjadi pilihan yang relevan. Misalnya ketika terjadi bencana, kondisi darurat, atau terdapat kebutuhan masyarakat yang memang membutuhkan respons cepat dari perusahaan.

Dalam situasi seperti ini, kecepatan menjadi faktor penting sehingga perusahaan tidak selalu harus menunggu program jangka panjang untuk memberikan bantuan. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan kegiatan tetap memiliki tujuan yang jelas, penerima manfaat yang tepat, serta tidak sekadar dilakukan untuk mengejar publikasi.

Mengapa CSR Berkelanjutan Bisa Memberikan Dampak Lebih Panjang?

Program yang berlangsung secara berkelanjutan memberikan perusahaan lebih banyak kesempatan untuk memahami perubahan yang terjadi di lapangan. 

Setelah kegiatan pertama dilakukan, perusahaan dapat melihat hasilnya, menerima masukan dari masyarakat, kemudian menyesuaikan pendekatan pada tahap berikutnya.

Contohnya dapat dilihat pada program pemberdayaan masyarakat. Perusahaan tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi dapat melanjutkannya dengan pelatihan, pendampingan usaha, pengembangan kapasitas, hingga membantu membuka akses pasar. 

Pendekatan seperti ini membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk melanjutkan perubahan secara lebih mandiri.

Dalam pengalaman pendampingan yang sering dilakukan oleh Bumi Journey, inisiatif konservasi alam yang digabungkan dengan pemberdayaan ekonomi warga pesisir terbukti memberikan transformasi yang luar biasa. 

Inilah yang membuat dampak sebuah program memiliki peluang untuk bertahan meskipun keterlibatan perusahaan nantinya berkurang.

Baca Juga : CSR vs ESG: Cari Tahu Perbedaan Keduanya!

Mana yang Lebih Berdampak bagi Nilai Perusahaan? 

Jika tujuan perusahaan adalah menciptakan social impact yang dapat dirasakan dalam jangka panjang, CSR berkelanjutan umumnya memberikan ruang yang lebih besar untuk membangun dan mengukur perubahan. Perusahaan dapat melihat perkembangan penerima manfaat, mengevaluasi strategi, sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat dan stakeholder. Secara bisnis, data historis yang kuat dari program ini sangat membantu penyusunan laporan keberlanjutan (ESG).

Namun, dampak tidak hanya ditentukan oleh durasi program. CSR yang berlangsung lama tetapi tidak memiliki tujuan, indikator, atau kebutuhan yang jelas juga belum tentu menghasilkan dampak yang lebih baik dibandingkan kegiatan sederhana yang tepat sasaran.

Wujudkan Program CSR Bersama Bumi Journey!

Merancang program CSR yang tepat membutuhkan lebih dari sekadar menentukan aktivitas yang menarik. Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang program CSR jangka panjang yang sustainable dan regenerative

Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, kami siap membantu perusahaan menciptakan program CSR yang tidak hanya memberikan manfaat hari ini, tetapi juga meninggalkan dampak positif untuk masa depan.

Konsultasikan program CSR perusahaan Anda bersama tim Bumi Journey. Temukan solusi yang sesuai dengan tujuan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sesuai keinginan Anda! Hubungi kami sekarang.

FAQ

1. Apakah CSR sekali jalan bisa dimasukkan ke dalam laporan keberlanjutan (ESG)?

Tentu bisa. Namun, kontribusinya pada pilar keberlanjutan dinilai lebih kecil dibandingkan program berjangka panjang karena minimnya indikator perubahan sosial atau lingkungan yang terukur di masa depan.

2. Berapa lama idealnya sebuah program CSR disebut berkelanjutan?

Meski tidak ada aturan waktu baku, sebuah program umumnya disebut berkelanjutan jika memiliki proyeksi (roadmap) lebih dari satu tahun, lengkap dengan fase perencanaan, pelaksanaan berkala, evaluasi (monitoring), hingga exit strategy agar komunitas bisa mandiri.

3. Apakah program CSR berkelanjutan selalu membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar?

Tidak selalu. Karena sifatnya multi-years, anggaran dapat dialokasikan secara bertahap setiap tahun. Kunci efisiensi anggaran justru terletak pada pelibatan warga lokal secara aktif untuk menekan beban operasional pelaksanaan di lapangan. 

Penulis: Diftya Maulidza | Editor: Lidia Faiza Jasmine