Apa Itu Net Zero Emission? 5 Strategi Perusahaan untuk Mencapainya secara Berkelanjutan

net zero emission

Highlight :

  • Net zero emission adalah kondisi ketika emisi gas rumah kaca yang dihasilkan perusahaan diimbangi dengan emisi yang berhasil dikurangi atau diserap kembali melalui berbagai upaya keberlanjutan.
  • Untuk mencapainya, perusahaan dapat menerapkan lima strategi utama: mengurangi emisi operasional, beralih ke energi ramah lingkungan, menerapkan circular economy, melibatkan karyawan dan mitra, serta menjalankan CSR berbasis alam.
  • Penerapan net zero emission tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat implementasi ESG, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan nilai bisnis jangka panjang.

FAQ (Frequently Asked Questions) :

Kapan target tercapainya Net Zero Emission?

Dunia menargetkan Net Zero Emission di 2050 dan Indonesia pada 2060. Melalui roadmap ESG, perusahaan bisa memacu targetnya lebih awal. 

Apa tujuan dari Net Zero Emission?

Net Zero Emission menyeimbangkan emisi yang dilepas dan diserap alam, demi menahan pemanasan global di batas 1,5°C sesuai Perjanjian Paris. 

Apa perbedaan antara Net Zero Emission (NZE) dan Carbon Neutral?

Carbon Neutral membolehkan perusahaan menetralkan emisi lewat kredit karbon. NZE menuntut pengurangan emisi langsung hingga mendekati nol.  

Perubahan iklim dan tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan membuat banyak perusahaan mulai menetapkan target net zero emission. Namun bagi tim CSR dan ESG. Tantangan sebenarnya bukan hanya memiliki target, tetapi juga menerjemahkannya menjadi aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan dan bisnis.

Di tengah meningkatnya ekspektasi dari investor, pelanggan, dan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan perlu memiliki strategi yang tepat untuk mengurangi emisi karbon. Melalui artikel ini, Anda akan memahami apa itu net zero emission dan lima strategi yang dapat diterapkan perusahaan untuk membangun corporate sustainability program yang berkelanjutan.

Apa Itu Net Zero Emission?

Net zero emission adalah kondisi ketika jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan seimbang dengan jumlah emisi yang berhasil dikurangi atau diserap kembali. Emisi yang masih tersisa dapat diimbangi melalui berbagai upaya seperti efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, hingga carbon offset.

Menurut International Energy Agency (IEA), pencapaian net zero diperlukan untuk menjaga kenaikan suhu global tetap berada di bawah 1,5°C. Karena itu, penerapan sustainability perusahaan kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.

Mengapa Net Zero Emission Penting bagi Perusahaan?

Saat ini, komitmen terhadap keberlanjutan tidak lagi sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi faktor yang memengaruhi reputasi perusahaan.

Investor, pelanggan, dan mitra bisnis semakin memperhatikan implementasi ESG program perusahaan dalam setiap aktivitas bisnis.

Selain meningkatkan daya saing, strategi keberlanjutan juga membantu perusahaan mengurangi risiko bisnis serta menciptakan nilai jangka panjang. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai mengembangkan berbagai kegiatan sustainability perusahaan yang lebih terukur.

Baca Juga : Outing Kantor Ramah Lingkungan? Ini Cara Mengurangi Jejak Karbon Perjalanan Tim

5 Upaya Perusahaan yang Mendukung Tercapainya Target Net Zero Emission

1. Mengurangi Emisi dari Aktivitas Operasional

Langkah pertama menuju net zero emission adalah memahami sumber emisi yang dihasilkan perusahaan. Emisi dapat berasal dari penggunaan listrik, bahan bakar kendaraan operasional, hingga aktivitas produksi dan pengelolaan limbah.

Audit energi secara berkala dan penggunaan teknologi yang lebih efisien dapat membantu mengurangi konsumsi energi. Selain menurunkan jejak karbon, langkah ini juga dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan.

2. Beralih ke Energi yang Lebih Ramah Lingkungan

Penggunaan energi terbarukan menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung target net zero emission. Perusahaan dapat mulai memanfaatkan panel surya atau sumber energi alternatif lainnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Menurut International Energy Agency, transisi menuju energi bersih merupakan salah satu kunci utama untuk mencapai emisi nol bersih secara global. Langkah ini juga dapat memperkuat implementasi ESG dalam perusahaan.

3. Menerapkan Prinsip Circular Economy

Konsep circular economy memungkinkan perusahaan memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Pendekatan ini membantu mengurangi limbah sekaligus mendukung target sustainability perusahaan.

Dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, perusahaan dapat menciptakan dampak lingkungan yang positif sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini menjadikan circular economy sebagai bagian penting dari corporate sustainability program.

4. Melibatkan Karyawan dan Mitra dalam Program Keberlanjutan

Employee Volunteering Program

Keberhasilan strategi keberlanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan perusahaan, tetapi juga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai aktivitas seperti employee volunteering program dan aktivitas team building ramah lingkungan dapat meningkatkan kesadaran serta memperkuat budaya keberlanjutan di dalam perusahaan.

Kolaborasi dengan mitra bisnis juga diperlukan untuk mendukung upaya dekarbonisasi secara menyeluruh. Dengan demikian, dampak positif yang dihasilkan dapat menjadi lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga : Employee Volunteering: Strategi Efektif Tingkatkan Retensi Karyawan & Cegah Turnover

5. Mengembangkan Program CSR Berbasis Alam

 Program CSR Berbasis Alam

Selain mengurangi emisi, perusahaan juga dapat mendukung target net zero melalui solusi berbasis alam atau nature-based solutions. Salah satu contohnya adalah program penanaman mangrove perusahaan yang berperan dalam menyerap karbon sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

Di sisi lain, program CSR lingkungan juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan employee engagement. Beberapa perusahaan juga mulai mengombinasikan program tersebut dengan skema carbon offset Indonesia sebagai bagian dari strategi keberlanjutan mereka.

Perjalanan menuju net zero emission memang tidak dapat dicapai dalam semalam. Namun, melalui strategi yang tepat dan kolaborasi yang berkelanjutan, perusahaan dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang kegiatan CSR yang sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan menyenangkan, kami siap membantu Anda menciptakan program CSR yang tak hanya memorable, tapi juga penuh makna!

Konsultasikan ide Anda dengan tim Bumi Journey untuk program CSR yang sesuai dengan keinginan perusahaan Anda! Hubungi kami sekarang.