5 Cara Bumi Journey Dukung Blue Economy di PNLG Forum 2025, dari Aksi Nyata sampai Kolaborasi Global
Key Takeaways
- Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Bumi Journey di PNLG Forum 2025, menegaskan bahwa ekonomi biru (blue economy) bisa dimulai dari aksi nyata seperti konservasi pesisir, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
- Keterlibatan komunitas dan integrasi wisata berbasis edukasi menjadi kunci agar dampak ekonomi berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan.
- Kolaborasi global dan pengangkatan praktik lokal ke level internasional memperkuat solusi bersama dalam menjaga ekosistem laut.
Apa itu PNLG Forum?
PNLG (Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia – Network of Local Governments) Forum merupakan jaringan internasional yang sudah berjalan sejak 2001.
Fokusnya ada pada kolaborasi antar pemerintah daerah di kawasan Asia Timur dalam mengelola wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan. Lewat forum ini, berbagai kota dan daerah pesisir saling berbagi pengalaman, strategi, sampai praktik terbaik yang bisa langsung diterapkan di wilayah masing-masing, termasuk dalam mendorong konsep ekonomi biru (blue economy).
Di PNLG Forum 2025 yang digelar di Jakarta, pendekatan yang dibawa terasa lebih membumi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bumi Journey tidak hanya menghadirkan ruang diskusi, tapi juga menekankan pentingnya aksi nyata.
Forum ini jadi pengingat bahwa ekonomi biru bukan konsep yang jauh atau rumit, melainkan sesuatu yang bisa dimulai dari langkah sederhana yang relevan dengan kondisi di lapangan.
5 Fokus pada PNLG Forum 2025
1. Mulai dari aksi: konservasi langsung di pesisir

Membahas ekonomi biru berkelanjutan hingga perlindungan ekosistem laut, PNLG Forum 2025 juga dibarengi dengan aksi langsung seperti, pelepasan biota laut dan penanaman terumbu karang di Kepulauan Seribu.
Langkah ini penting, karena isu seperti perubahan iklim tidak bisa diselesaikan lewat wacana semata. Aksi kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi pondasi utama dalam menjaga ekosistem laut agar tetap berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang.
Baca juga: Nature-Based CSR: Tren Baru Perusahaan yang Ingin Berdampak Nyata
2. Menjadikan komunitas lokal sebagai aktor utama

Salah satu insight yang paling terasa dari forum ini adalah perubahan cara pandang terhadap masyarakat lokal bukan lagi sebagai objek, melainkan subjek utama dalam pengelolaan lingkungan. Pendekatan ini menempatkan warga sebagai pelaku aktif yang terlibat langsung dalam setiap proses, dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Lewat pengalaman wisata regeneratif, Bumi Journey mendorong keterlibatan masyarakat lokal agar mampu menciptakan dampak yang menyeluruh, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan.
3. Menghubungkan wisata dengan edukasi lingkungan

Bumi Journey tidak sekadar menghadirkan perjalanan wisata ke pulau, tetapi juga mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam setiap aktivitasnya. Peserta diajak memahami ekosistem pesisir, praktik konservasi, hingga pentingnya menjaga laut melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana wisata bisa menjadi media pembelajaran yang efektif. Menghubungkan perjalanan dengan edukasi lingkungan membuat konsep ekonomi biru terasa lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi nyata.
Baca juga: Tren Outing Kantor 2026: Kenapa Outing Jadi Bagian Penting dari Pengembangan Tim
4. Kolaborasi lintas negara

Di PNLG Forum 2025, sekitar 200 delegasi dari berbagai negara berkumpul untuk membahas solusi bersama terkait isu kelautan. Bumi Journey melihat momentum ini sebagai bukti bahwa persoalan laut tidak bisa diselesaikan secara parsial atau sendiri-sendiri.
Kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama, karena tantangan seperti perubahan iklim dan kerusakan ekosistem laut bersifat global dan saling terhubung. Dengan kerja sama yang kuat, solusi yang dihasilkan bisa lebih komprehensif dan berdampak luas.
5. Angkat praktik lokal ke panggung global

Lewat forum ini, Bumi Journey turut memperkenalkan Kepulauan Seribu sebagai contoh praktik pengelolaan pesisir yang berbasis keberlanjutan.
Sebagai tuan rumah, Jakarta menghadirkan studi kasus nyata kepada para delegasi dari berbagai negara Asia Timur tentang bagaimana komunitas pesisir di Kepulauan Seribu menjalankan ekonomi berkelanjutan melalui ekowisata dan upaya konservasi.
Baca juga: Cara Membuat Program CSR Lingkungan yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Mari Berkolaborasi dalam Mendukung Keberlanjutan Global

Partisipasi dalam forum seperti PNLG Forum 2025 tidak berhenti pada seremoni atau diskusi formal semata. Bumi Journey melihat forum ini sebagai ruang strategis untuk menjembatani ide global dengan implementasi nyata di lapangan. Gagasan besar yang dibahas bersama para pemangku kepentingan diterjemahkan menjadi aksi konkret yang relevan dengan kondisi lokal.
Di sisi lain, praktik-praktik lokal yang sudah berjalan juga memiliki nilai untuk diangkat ke level yang lebih luas.
Pengalaman dari komunitas pesisir, pendekatan berbasis ekowisata, hingga inisiatif konservasi yang sederhana dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
Dengan alur dua arah ini, ide global tidak berhenti sebagai wacana, dan praktik lokal punya kesempatan memberi dampak yang lebih besar di tingkat internasional.
Bumi Journey hadir sebagai partner Anda dalam merancang kegiatan yang sustainable dan regenerative. Dengan pendekatan yang terukur, berdampak, dan menyenangkan, kami siap membantu Anda menciptakan pengalaman yang tak hanya memorable, tapi juga penuh makna!
Konsultasikan ide Anda dengan tim Bumi Journey untuk program yang sesuai dengan keinginan perusahaan Anda! Hubungi kami sekarang.



